Inidesa – Dua narasumber dengan latar belakang yang berbeda memberikan perspektif komplementer dalam seminar “Transformasi Pendidikan di Era Digital Untuk Pembelajaran Adaptif dan Inklusif”.
Ruth Naomi Rumkabu sebagai narasumber utama menegaskan bahwa transformasi pendidikan digital merupakan agenda strategis nasional yang harus didorong melalui kebijakan yang terarah, regulasi yang adaptif, serta dukungan anggaran yang berkelanjutan.
Menurut Naomi, tantangan pendidikan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh kesenjangan akses, terutama di wilayah 3T, keterbatasan infrastruktur digital, serta belum meratanya kualitas tenaga pendidik dalam penguasaan teknologi.
“Oleh karena itu, negara perlu hadir untuk memastikan pemerataan akses pendidikan melalui penguatan infrastruktur, penyediaan perangkat pembelajaran, serta kebijakan afirmatif bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan,” katanya, Kamis (09/04/2026).
Selain itu menurutnya, pendekatan pembelajaran adaptif dan inklusif dinilai menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan peserta didik yang beragam, sehingga setiap anak dapat memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan potensi dan kondisinya.
Sedangkan Alfons Tanujaya, yang merupakan narasumber kedua menyoroti pentingnya transformasi pendidikan berbasis teknologi sebagai sebuah keharusan di tengah perkembangan global.
Alfons memaparkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan geografis, keterbatasan ekonomi, rendahnya literasi digital guru, serta minimnya konten pembelajaran digital yang berkualitas dan kontekstual.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan implementasi sistem pembelajaran adaptif berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang mampu menyesuaikan materi dan metode pembelajaran secara real-time sesuai kebutuhan siswa,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya pembangunan ekosistem pendidikan digital yang berkelanjutan melalui roadmap yang jelas, mulai dari penguatan akses dan infrastruktur, pengembangan kapasitas guru dan konten lokal, hingga integrasi teknologi dalam sistem pendidikan secara menyeluruh.
Keduanya narasumber tersebut sepakat bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan sistemik dan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, tenaga pendidik, industri, serta masyarakat. Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global, sehingga mampu mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul di era digital.













