Pemalang, inidesa.id – Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Pemalang melaksanakan Monitoring dan Konsolidasi Bimbingan Manasik dan Perjalanan Haji tahun 1448 H/ 2027 M dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Kegiatan ini mengambil tempat di Aula Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Pemalang Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo, Pemalang, pada tanggal 14, 15 dan 16 September 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pemalang Asrofi, menyebut pentingnya sinergi dan komunikasi yang baik antara pemerintah, KBIHU, dan calon jemaah haji. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan sejak awal merupakan bagian penting dalam mempersiapkan jemaah agar mampu melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik, tertib, mandiri, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Melalui kegiatan monitoring dan konsolidasi ini, kita ingin memastikan proses pembinaan calon jemaah haji berjalan dengan baik. KBIHU memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada jemaah, sehingga diperlukan koordinasi yang kuat dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah,” ujarnya.
Herharapnnya, kata Asrofi, terjalin sinergi yang semakin kuat dengan KBIHU yang ada di Kabupaten Pemalang, sehingga pembinaan dan pelayanan kepada calon jemaah haji dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang berkualitas dan berorientasi pada kepentingan jamaah
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas pembinaan calon jemaah haji Kabupaten Pemalang, khususnya untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M. Selain itu, juga sebagai konsolidasi antara Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pemalang dengan pihak KBIHU.
Koordinasi ini mencakup berbagai hal yang berkaitan dengan kesiapan jemaah, kelengkapan administrasi, pembinaan manasik, serta penyampaian informasi terbaru terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M.
Menurut narasumber dari FKKBIHU, Calon jamaah haji dari Kabupaten Pemalang berpotensi dijadwalkan keberangkatanya pada gelombang ke 2 mengingat pemberangkatan dari Jawa Tengah dimulai dari wilayah karasidenan Jateng timur.
“Jateng tahun 2027 pemberangkatan mulai Karasidenan Semarang, Pati, Surakarta dan seterusnya,” Ujar Arief Efendi.
Menurutnya, pada pelaksanaan haji tahun 2027 kementrian haji merencanakan banyak inovasi untuk perbaikan pelayanan dan kelancaran dalam beribadah haji, ada 22 inovasi yang akan dilakukan oleh Kementrian Haji, dan pertengahan bulaan oktober diharapkan sudah bisa dilakukan pelunasan.
Disaat yang sama, dr. Tettie Aidawati dari Dinas Kesehatan menyampaiakan 5 (lima) topik utama dalam pelaksanaan ibadah haji, diantaranya dasar hukum, urgensi pemeriksaan kesehatan, jenis pemeriksaan kesehatan, evaluasi pemeriksaan kesehatan, kebijakan pemeriksaan kesehatan.
Menurutnya bagi calon jamaah yang pada saat MCU masih ada sedikit kendala kesehatan, selama bukan penayakit yang bertentangan dengan kemampuan minimal, termasuk penyakit yang menghalangi ibadah haji tidak usah khawatir.
“Bagi calon jamaah haji yang kondisi kesehatanya masih belum maksimal dan bukan penyakit yang menghalangi ibadah haji, dinas kesehatan akan terus mengawal dan membantu mengontrol kesehatan calon jamaah haji secara berkala agar kesehatanya optimal pada saat diberangkatkan,” terangnya.
Sejumlah calon jamaah yang hadir Nampak begitu antusias. Nur Alim dari KBIHU Siti Hajar misalnya, mengaku sangat senang dan berterima kasih karena mendapatkan banyak pencerahan kelimuan tentang proses pelaksanaan ibadah haji.
“Saya rasanya campur aduk, haru, bahagia, dan semakin rindu Baitullah. Terima kasih Kemenhaj Pemalang, materinya daging semua, penyampaiannya adem, bikin yang awalnya bingung jadi paham, yang awalnya takut jadi tenang,” tutur Nur Alim, kepada inidesa.id.

