PEMALANG, inidesa.id – Institut Teknologi dan Bisnis ADIAS (ITB ADIAS) Pemalang menggelar Wisuda Ke-23 Program Sarjana dan Wisuda Perdana Program Magister di Hotel R-Gina Pemalang, Senin (21/9/2026).
Sebanyak 79 wisudawan dikukuhkan dari 4 program studi: S2 Magister Manajemen, S1 Manajemen, S1 Akuntansi dan S1 Sistem Informasi. Momen ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya ITB ADIAS melahirkan lulusan S2.
Plt Bupati Pemalang Nurkholes, S.H, M.S.i, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada ITB Adias. Menurutnya, kuliah di Pemalang sudah komplit.

“Yang saya bangga adalah prodi S2. Jadi artinya kuliah di Pemalang sudah komplit, ada S1 ada S2 mau kemana pun sudah dekat. Saya berharap masyarakat memanfaatkan ini,” ujarnya.
Ia berpesan agar wisudawan tidak hanya mencari kerja, tapi menciptakan lapangan kerja.
“ITB ADIAS ini kan Institut Teknologi Bisnis. Saya berharap wisudawan memberikan teladan, memberikan contoh bagaimana mampu menciptakan bisnis, peluang-peluang bisnis,” tandasnya.
Nurkholes juga membuka peluang kolaborasi Pemkab dengan alumni ITB ADIAS, terutama di sektor pariwisata dan UMKM yang akan menjadi fokus Pemkab di tahun 2027.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Jawa Tengah mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sain Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. mengatakan lulusan harus lintas ilmu dan berdampak. Dia menyebut wisuda ini sangat membanggakan dan menjadi titik awal alumni mengimplementasikan ilmunya.
“Total wisudawan 79. Ini bukan akhir, tapi titik awal untuk bisa memberikan solusi dari permasalahan yang ada,” ungkapnya.
Aisyah menjelaskan Prodi Manajemen, Akuntansi dan Sistem Informasi adalah prodi fleksibel yang bisa bekerja di mana saja – perusahaan, BUMN, UMKM, guru hingga dosen. Di era digital, lulusan harus mampu lintas prodi dan lintas ilmu.

“Mereka harus memiliki jejaring, saling berkolaborasi untuk menerapkan apa yang dikatakan Kemendiktisaintek yaitu lulusan yang berdampak,” jelasnya.
Untuk mengejar status perguruan tinggi unggul sesuai Permendikti Saintek No. 39 Tahun 2025 dan No. 10 Tahun 2026, ia mendorong dosen untuk naik jabatan dari Asisten Ahli ke Lektor, Lektor Kepala hingga Guru Besar.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITB ADIAS Pemalang, Noor Rosyadi, S.E, M.M menjelaskan keunggulan lulusan ITB ADIAS.
“Lulusan ITB ADIAS tidak hanya memperoleh ijazah, transkrip, SKPI, juga mendapatkan sertifikat sertifikasi kompetensi yang berlaku internasional,” ucapnya.
Sertifikasi tersebut menggunakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari luar daerah. Jika dulu dari Medan, tahun ini dari Cirebon, serta rutin dari Pekalongan, Jogja dan lainnya.

“Mereka ada 4 sertifikat, dalam kesehariannya sering kita libatkan dalam pelatihan, seminar, diskusi. Jadi saat terjun ke masyarakat insyaallah sudah mampu,” tambahnya.
ITB ADIAS Pemalang diketahui tengah mematangkan rencana transformasi menjadi universitas. Saat ini sudah memiliki unsur sosial, ekonomi, dan Institut Teknologi, tinggal melengkapi prodi terapan. Pemilihan prodi akan didasarkan pada data tracer study dan kebutuhan DUDIKA – Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja di zona Pemalang dan sekitarnya. (*)

