INIDESA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar webinar forum diskusi publik bertajuk “Program Kesehatan” pada Rabu, (06/05/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun masyarakat yang lebih sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup secara optimal.
Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui layanan yang merata dan terjangkau. Salah satu capaian signifikan adalah cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan yang telah menjangkau lebih dari 98% penduduk Indonesia hingga tahun 2025.
“Program utama pemerintah meliputi JKN, Program Indonesia Sehat, hingga transformasi layanan kesehatan berbasis digital dengan pendekatan promotif dan preventif,” ujar Ruth Naomi.
Di sisi lain, Pegiat Literasi Digital, Gun Gun Siswadi, menyoroti tantangan informasi kesehatan di ruang siber. Mengingat penggunaan internet di Indonesia telah melampaui 80%, media sosial kini menjadi sumber utama informasi kesehatan yang rawan disusupi hoaks. Ia memperingatkan bahwa informasi yang tidak terverifikasi berisiko menyebabkan kesalahan fatal dalam pengobatan dan pengambilan keputusan kesehatan.
“Masyarakat harus kritis dalam memverifikasi informasi dengan mengecek sumber terpercaya dan menghindari klaim kesehatan yang berlebihan di media sosial,” tegas Gun Gun Siswadi.
Melengkapi sudut pandang tersebut, akademisi Syariful, mengungkapkan bahwa hambatan utama kesehatan nasional seringkali bersifat psikologis. Ia menyebutkan banyak masyarakat enggan mengakses layanan kesehatan karena rasa takut akan diagnosis, stigma, hingga kecemasan. Faktor-faktor ini memicu rendahnya kepatuhan pengobatan yang dapat berujung pada stres dan depresi.
Diskusi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas medis, tetapi juga pada penguatan literasi digital untuk menangkal hoaks dan pendekatan psikologis untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan produktif.














