PEMALANG, inidesa.id – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut tuntas gurita dugaan korupsi yang menyeret Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, kian agresif. Setelah menggeledah rumah dinas, apartemen, hingga kantor dinas lainnya, tim penyidik lembaga antirasuah kini membidik Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang pada Kamis (6/8/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan situasi tegang saat sedikitnya empat unit kendaraan Toyota Innova hitam yang membawa tim penyidik KPK tiba di kompleks Kantor Dindikpora Pemalang sekitar pukul 11.40 WIB. Kedatangan tim yang dikawal ketat aparat bersenjata ini langsung memicu perhatian besar dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga sekitar yang berada di lokasi.
Penyidik KPK langsung bergerak menyisir sejumlah ruangan strategis untuk melakukan penggeledahan mendalam. Langkah ini diduga kuat menjadi bagian dari upaya strategis KPK dalam memperkuat alat bukti pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat sang Bupati pada akhir Juli lalu. Penyidik fokus menelusuri berbagai dokumen penting, catatan administrasi, serta rekam transaksi yang berkaitan dengan dugaan aliran dana haram dalam perkara tersebut.
Sebelum penggeledahan ini dilakukan, riak penyidikan di sektor pendidikan sebenarnya sudah mulai terendus. Kepala Dindikpora Kabupaten Pemalang, Supa’at, diketahui telah menjalani pemeriksaan maraton oleh penyidik di Mapolres Pemalang pada Rabu (29/7/2026). Supa’at diperiksa dari malam hari hingga menjelang siang keesokan harinya.
Saat itu, ia berdalih pemeriksaan masih seputar identitas serta tugas pokok dan fungsinya sebagai kepala dinas.
Kasus korupsi yang menjerat Anom Widiyantoro ini terbilang kompleks karena melibatkan dua klaster perkara, yakni dugaan pemerasan oleh bupati terhadap bawahannya terkait proyek dan jual beli jabatan, serta ironisnya, dugaan pemerasan kembali terhadap sang bupati oleh oknum staf administrasi KPK.
Hingga berita ini diturunkan, tim KPK masih berada di lapangan dan belum memberikan rilis resmi mengenai daftar dokumen maupun barang bukti yang disita dari Kantor Dindikpora Pemalang.
Namun, dalam rangkaian penggeledahan sebelumnya di wilayah Jakarta, Kendal, hingga Purworejo, KPK telah mengamankan aset mewah bernilai fantastis, mulai dari emas batangan, uang tunai miliaran rupiah, hingga sejumlah sepeda motor berkapasitas mesin besar (moge).
Penulis : Teguh

